Friday , 18 April 2014
BreakinG NewS
You are here: Home » Invest Opportunity » Pariwisata » Wisata Alam » Pasar Terapung Muara Kuin, Potensi Pariwisata Di Kalimantan Selatan
Pasar Terapung Muara Kuin, Potensi Pariwisata Di Kalimantan Selatan

Pasar Terapung Muara Kuin, Potensi Pariwisata Di Kalimantan Selatan

CITRA | Center for Investment And Trade Advisory.  Pasar Terapung Muara Kuin adalah pasar terapung tradisional yang berada di atas sungai Barito di muara sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Pasar Terapung Muara Kuin merupakan pusaka saujana Kota Banjarmasin.[2] Para pedagang dan pembeli menggunakan jukung, sebutan perahu dalam bahasa Banjar. Pasar ini mulai setelah salat Subuh sampai selepas pukul tujuh pagi. Matahari terbit memantulkan cahaya di antara transaksi sayur-mayur dan hasil kebun dari kampung-kampung sepanjang aliran sungai Barito dan anak-anak sungainya.

Para pedagang wanita yang berperahu menjual hasil produksinya sendiri atau tetangganya disebut dukuh, sedangkan tangan kedua yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan. Keistemewaan pasar ini adalah masih sering terjadi transaksi barter antar para pedagang berperahu, yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk.

BAGI warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, keberadaan sungai adalah urat nadi kehidupan. Sebab begitu banyak kehidupan masyarakat yang sangat bergantung pada sungai. Tidak hanya kehidupan sehari-hari seperti mandi, cuci dan kakus (MCK), sungai juga menjadi sarana penunjang perekonomian. Salah satu warisan budaya yang masih bertahan hingga sekarang adlah aktivitas jual beli di atas sungai. Warga setempat menyebutnya dengan pasar terapung. Pasar ini berada di atas perairan Sungai Barito, Kuin, Kota Banjarmasin.

Seperti layaknya pasar, di Pasar Terapung tersedia berbagai bahan kebutuhan pokok. Mulai sayuran, buah-buahn hingga aneka makanan khas yang bisa disantap di tempat. Bedanya, jika di pasar umumnya orang bisa leluasa bergerak ke sana-kemari, di pasar terapung ini warga menggunakan perahu kecil yang diberi mesin. Warga setempat menyebutnya jukung atau kelotok (sampan kecil bermesin).

Aktivitas di pasar terapung di mulai dini hari hingga subuh menjemput matahari pagi. Suasana pasar terapung yang unik dan khas adalah berdesak-desakan antara perahu besar dan kecil saling mencari pembeli dan penjual yang selalu berseliweran kian kemari. Perahu kecil itu selalu oleng dan bergoyang-goyang dimainkan gelombang sungai Barito.

Kebanyakan para pedagang adalah wanita. Menariknya, di Pasar terapung ini juga masih berlaku barter antar pedagang. Tak ada organisasi pedagang sehingga jumlah mereka yang berjualan tak terhitung. Mereka datang untuk berjualan, dan bubar dengan sendirinya ketika matahari pagi mulai terik.

Para wisatawan yang berminat berpetualang di atas Sungai Barito sambil menyantap berbgaai penganan khas Kalimantan, seperti Soto Banjar atau yang lainnya, tidak perlu repot lagi. Saat ini, berbagai biro perjalanan dan hotel sudah memasukkan paket wisata ini sebagai salah satu andalan mereka. Jika ingin lebih leluasa dan berlama-lama di atas sungai, bisa mencarter jasa perahu yang seharga Rp80-100 ribu per perahu. Perahu tergantung besarnya ukuran, sebab semakin besar perahu akan semakin banyak menampung penumpang rombongan.

Selain paket wisata pasar terapung juga dirangkai dengan kunjungan ke kawasan wisata lain. Seperti Masjid Sultan Suriansyah dan Komplek Makam Sultan Suriansyah, Pulau Kembang (sebuah pulau di tengah laut yang diisi berbagai binatang) dan sejumlah tujuan lainnya.~~

Disclaimer: Materi publikasi ini diproduksi dengan bantuan hibah dari Uni Eropa. Pendapat/ pandangan yang dinyatakan dalam materi publikasi ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab Regional Economic Development Institute (REDI) dan bukan mencerminkan pendapat/ pandangan Uni Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top